Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Iklan

Tgk Munawar. S.Pd.I Pendidikan Non Formal yang Berjenjang perlu diterapkan di Kabupaten Bireuen untuk mewujutkan Bireuen sebagai Kota Santri

Jumaat, 28 Mac 2025 | Mac 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-29T06:59:42Z


Sosok yang tenar disapa tengku ini Punya Ide dalam  membangun perubahan Bireuen  yang lebih baik. Julukan Bireuen sebagai Kota Santri bukanlah hanya bisa memakai kain sarung tiap hari Jum’at, namun harus mampu memberkan contoh yang baik dalam pelayanan public dan membangun imag yang baik ke Masyarakat agar di Kabupaten Bireuen Hidup suasana sebagai Kota Santri.

Melihat dampak yang timbul dari Julukan Bireun sebagai Kota santri seolah biasa saja,seharusnya Program selanjutnya yang dibangun yakni disektor Pendidikan. Ia mengatakan pendidikan yang diatur dengan baik untuk melahirkan generasi penerus yang baik.

 Pendidikan yang dimaksud oleh Teungku Munawar SPdI adalah Pendidikan Non Formal yang standar untuk di Kabupaten Bireuen, sehingga bisa dilaksanakan disetiap desa dengan menggunakan pasilitas desa, sehingga anak-anak ada pembinaan di setiap desa,maka dengan demikian akan hidup suasana kota santri di Kabupaten Bireuen, 


 

Sementara itu ia juga menyebut persoalan kendala dalam penerapan Standarisasi  Pendidikan Nonformal di Bireuen. Ia mengaku telah melihat daerah lain sehingga dapat membandingkan kerumitan untuk penerapan di Kabupaten Bireuen

1. Kendala pertama, adanya orang yang tidak suka bila orang lain lebik baik daripadanya, sehingga bila ada orang yang berbuat baik akan mengusik kenyamanannya. Namun kalau ada yang berbuat tidak baik dia aman-aman aja seolah tidak ada kejadian dan orang tersebut tidak akan mau bila diajak untuk berbuat bersama untuk yang baik, tapi bila dia yang ajak seolah kita akan berdosa besar karna tidak mau  mengikuti dia karna dia mengajak untuk kebaikan ( kebaikan yang dimaksud adalah yang dianjurkan dalam Islam ).


 

2. Kendala kedua, karna banyak aparatur desa tidak paham Administrasi, sehingga untuk membuat laporan kegiatan terkendala, dengan demikian agak sulit untuk mengevaluasi, namun ini bukanlah kendala yang berat, kana mereka dapat dilatih dan di didik untuk bisa tentang hal tersebut ucap Teungku Munawar SPdI. 

Pada kesempatan ini Teungku Munawar SPdI  berharap agar Pemerintah dan mereka yang dapat mengambil kebijakan di Kabupaten Bireuen, untuk memperhatikan bagaimana supaya Kabupaten Bireuen bisa menjadi selayaknya sebagai kota santri

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update